Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019
Gambar
Bandung, 22 Juni 2019 What is Business Architecture? Aspects of the Business Represented by Business Architecture Sumber: Business Architecture Body of Knowledge® Bermula dari tahun 2008 hingga 2016, arsitektur bisnis didefinisikan sebagai " cetak biru perusahaan yang memberikan pemahaman umum tentang organisasi dan digunakan untuk menyelaraskan tujuan strategis dan tuntutan taktis ". Definisi ini menggabungkan beberapa elemen penting yang membentuk fondasi dan pembenaran untuk arsitektur bisnis dan praktik terbaik terkait. Seiring dengan semakin matangnya disiplin arsitektur bisnis, perannya semakin meluas ke ranah bisnis dan arsitektur terkait. Peningkatan visibilitas ini mengarah pada keinginan lintas-disiplin untuk mendefinisikan kembali secara lebih akurat yang mencerminkan esensi arsitektur bisnis dan penerapannya pada bisnis. Pada bulan Januari 2017, Business Architecture Guild ® dan sejumlah asosiasi profesional terkait dan organisasi standar indus...
TOGAF -  Business Transformation Readiness Assessment TOGAF 9.1 menggunakan pendekatan dari Pemerintah Kanada sebagai metode pelaksanaan aktivitas Business Transformation Readiness Assessment, yaitu Business Transformation Enablement Program (BTEP).  BTEP adalah metodologi yang mendukung perencanaan, perancangan, dan implementasi dari solusi untuk mencapai interoperabilitas. Metode ini dikembangkan oleh Pemerintah Kanada untuk organisasi dan badan-badan usaha di bawah pemerintahan tersebut. BTEP memiliki beberapa prinsip utama seperti berikut ini (Weisman, 2004). Mengadopsi metode perancangan berbasis teknik Mencakup seluruh proses transformasi Mempermudah rancangan bisnis untuk berkoordinasi dengan rancangan SI Memiliki pendekatan konsisten dan terintegrasi Menggunakan public service business language Tujuan dari BTEP adalah untuk menyediakan perangkat transformasi bisnis yang dapat meningkatkan performa strategic planning dan perancangan t...
Gambar
TOGAF ADM -- EA bagian 1.2 TOGAF ADM -- The Open Group TOGAF ADM memiliki beberapa fase yang bersifat iteratif dengan penjelasan seperti berikut (The Open Group, 2011). Fase Preliminary Pada fase ini, prinsip arsitektur akan didefinisikan untuk menjadi referensi utama dalam pengembangan arsitektur enterprise ke depannya. Prinsip-prinsip tersebut disusun berdasarkan arahan bisnis yang dimiliki organisasi terhadap arsitektur yang hendak dikembangkan. Fase A: Architecture Vision Fokus dari fase ini adalah untuk mengembangkan visi arsitektur secara high-level berupa target kapabilitas dan nilai-nilai bisnis yang dapat dijadikan strategic driver. Selain itu, pada fase ini organisasi dan pengembang arsitektur akan mengembangkan Statement of Architecture Work untuk mendefinisikan lingkup pekerjaan pengembang arsitektur. Fase B: Business Architecture Fase ini mendeskripsikan target arsitektur bisnis dari organisasi, selaras dengan sasaran dan tujuan bisnis organisa...
Gambar
Framework Arsitektur Enterprise -- EA bagian 1.1 Dalam praktiknya, terdapat banyak framework arsitektur enterprise yang dapat digunakan. Pada bagian ini, akan dibahas mengenai empat framework yang sering digunakan oleh industri saat ini (Sessions, 2007), yaitu Zachman Framework, Gartner Framework, Federal Enterprise Architecture (FEA), dan The Open Group Architecture Framework (TOGAF). Zachman Framework John Zachman mengembangkan framework ini pada tahun 1987, semulanya dinamakan ‘ Framework untuk Arsitektur Sistem Informasi’ (Zachman, 2008). Framework ini berbentuk struktur logis yang dapat mengklasifikasikan dan mengorganisasikan representasi deskriptif dari enterprise . Framework ini mudah dimengerti dan dapat mencakup keseluruhan komponen enterprise, namun keterbatasan dari pemetaan matriks dan hubungan antarkolom pada matriks tersebut sulit untuk didefinisikan (Lankhorst, 2009). Ilustrasi dari framework ini dapat dilihat seperti pada gambar berikut. Z...
Gambar
Apakah Arsitektur Enterprise itu?   -- EA bagian 1 Untuk membuat arsitektur enterprise kita harus memperhatikan 4 sudut pandang seperti nampak dalam gambar di atas. Kita harus mendefinisikan Arsitektur Enterprise secara tepat agar dapat menghasilkan output Arsitektur yang baik. Beberapa definisi Arsitektur Enterprise adalah sebagai berikut: Arsitektur enterprise adalah proses analisis, desain, dan implementasi enterprise yang menggunakan pendekatan holisti k untuk mendukung kesuksesan organisasi. Arsitektur enterprise menerapkan prinsip arsitektur untuk membantu organisasi menghadapi perubahan bisnis, informasi, proses, dan teknologi, dalam melaksanakan strategi organisasi.   (Federation of EA Professional Organizations, 2013) Arsitektur enterprise adalah disiplin ilimu yang mendukung enterprise mengidentifikasi, menganalisis, dan mengeksekusi perubahan outcome dan visi bisnis. Arsitektur enterprise dapat memberikan rekomendasi kepada stakeholder dalam...
Gambar
  Cobit 2019 Design Guide Tahap 4. Conclude the governance system design Kesimpulan dari fase desain adalah harus menghasilkan satu desain untuk sistem tata kelola Informasi dan Teknologi (I&T) perusahaan. Desain ini akan mencakup:        Penetapan prioritas tujuan tata kelola dan manajemen I&T, dimana: §   Jumlah tujuan prioritas utama harus dijaga agar berada pada tingkat yang wajar. §   Target Capability Levels (atau persyaratan kinerja yang setara untuk nonproses) didefinisikan, dengan tingkat kemampuan target yang lebih tinggi untuk tujuan yang paling kritis, dan tingkat kemampuan target yang lebih rendah untuk tujuan yang kurang penting. Berbagai tingkat kemampuan target untuk proses (atau target kinerja yang setara untuk komponen lain). Saat menentukan target tersebut, tidak disarankan untuk membidik peringkat tertinggi, karena: §   Untuk beberapa proses atau komponen lainnya, kapabilitas level ...
Gambar
Cobit 2019 Design Guide Tahap ke-3 Langkah 3 mengidentifikasi perbaikan pada ruang lingkup awal sistem tata kelola, berdasarkan pada kumpulan faktor desain yang telah didefinisikan pada langkah ke-2. Tidak semua faktor desain berlaku untuk perusahaan. Faktor disain yang tidak berlaku dapat diabaikan. Pada langkah ini, perancang sistem tata kelola akan: Telusuri setiap faktor desain (Design Factors/DF) dari DF5 - Threat landscape hingga DF11 Enterprise size . Tentukan apakah masing-masing faktor desain berlaku atau tidak. Untuk faktor desain yang berlaku, tentukan nilai potensial mana — atau kombinasi nilai potensial mana — yang paling berlaku untuk perusahaan. Hasil dari setiap pertimbangan faktor desain adalah daftar peringkat tujuan tata kelola dan manajemen, mirip dengan hasil dari Langkah 2.
Gambar
Design Guide tahap ke 2 sekarang kita bahas tahap ke 2 dalam merancang tata kelola teknologi dan informasi. Sekedar mengingatkan kembali tahapan rancangan dapat dilihat pada gambar berikut. Berdasarkan diagram di atas, tahap kedua adalah menetapkan ruang lingkup sistem tatakelola ( determine the initial scope of the governance system ). Untuk menentukan ruang lingkup awal sistem tata kelola, tahap ke-2 mensintesis informasi yang dikumpulkan selama tahap ke-1. Nilai yang diturunkan untuk strategi perusahaan, tujuan perusahaan, profil risiko, dan masalah terkait Informasi &Teknologi   diterjemahkan ke dalam serangkaian komponen tata kelola yang diprioritaskan untuk menghasilkan tata kelola awal yang dirancang khusus   untuk sistem perusahaan. Langkah pertama dalam tahap ini adalah menetapkan prioritas tatakelola dan manajemen berdasarkan faktor disain peruhsaaan, Penetapan prioritas dilakukan berdasarkan penilaian yang dilakukan secara kualitati...
Gambar
Cobit 2019 Design Guide Tahap 1. Understand the enterprise context and strategy   Langkah pertama harus dilakukan perusahaan adalah memahami konteks/ruang lingkup, strategi, dan lingkungan bisnis perusahaan sehingga tumpang tindih ( overlapping ), saling ketergantungan ( interdependent ) dan saling melengkapi 4 (empat) domain tatakelola TI dapat dipahami dengan baik.  Langkah yang dilakukan dalam tahap 1 adalah: Memahami Strategi Perusahaan Memahami Tujuan perusahaan Memahami Profil Risiko Perusahaan Memahami isu tentang I&T saat ini. Dalam Cobit 2019 ditemukan istilah I&T bukan IT, karena pengelolaan Informasi dan pengelolaan teknologi perusahaan merupakan hal yang berbeda. Jadi maksud I&T adalah bagaimana tatakelola Informasi dan tatakelola Teknologi Informasi dilakukan oleh perusahaan. Pada akhir Tahap 1, perusahaan akan memiliki pandangan yang jelas dan konsisten tentang strategi perusahaan, tujuan pe...
Gambar
Design Factor Design Factor adalah factor-faktor yang mempengaruhi rancangan enterprise’s governance system yang akan dibuat. Pada Cobit 2019 faktor-faktor tersebut digambarkan dalam diagram sebagai berikut Design Factors Cobit 2019 Sumber: Cobit 2019 – Design Guide 1.        Strategi Enterprise; perusahaan biasanya strategi primer dan strategi sekunder. Tipe strategi yang dipilih bisa berupa strategi Growth/tumbuh, Innovation/Differentiation, Cost Leadership, dan Client Service/Stability. 2.        Enterprise goals; merupakan tujuan yang mendukung Enterprise Strategy dimana Enterprise Strategy akan tercapai jika Enterprise Goals berhasil direalisasikan. 3.        Profil Risiko; terkait dengan isu Enterprise dan isu tentang I&T perusahaan. 4.        I&T-related issues; isu yang terjadi dalam perusahaan terkait I&T 5.  ...
Gambar
COBIT as an I&T Governance Framework COBIT adalah kerangka kerja tata kelola dan manajemen informasi dan teknologi perusahaan, yang ditujukan untuk seluruh perusahaan. Enterprise I&T berarti bahwa semua teknologi dan pemrosesan informasi yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya, terlepas dari di mana hal ini terjadi dalam perusahaan. Dengan kata lain, Enterprise Information Technology (Enterprise I&T) tidak terbatas pada divisi TI suatu organisasi saja. Kerangka kerja COBIT membuat perbedaan yang jelas antara tata kelola dan manajemen. Dua disiplin ilmu ini mencakup kegiatan yang berbeda, memerlukan struktur organisasi yang berbeda dan melayani tujuan yang berbeda. Governance /tatakelola memastikan bahwa:   Kebutuhan, kondisi, dan opsi pemangku kepentingan (stakeholder) dievaluasi untuk menentukan tujuan perusahaan yang seimbang dan disepakati.     Direction (Arahan) ditetapkan melalui penentuan prioritas dan pengambilan kep...