Apakah Arsitektur Enterprise itu?   -- EA bagian 1



Untuk membuat arsitektur enterprise kita harus memperhatikan 4 sudut pandang seperti nampak dalam gambar di atas.

Kita harus mendefinisikan Arsitektur Enterprise secara tepat agar dapat menghasilkan output Arsitektur yang baik. Beberapa definisi Arsitektur Enterprise adalah sebagai berikut:
  1. Arsitektur enterprise adalah proses analisis, desain, dan implementasi enterprise yang menggunakan pendekatan holistik untuk mendukung kesuksesan organisasi. Arsitektur enterprise menerapkan prinsip arsitektur untuk membantu organisasi menghadapi perubahan bisnis, informasi, proses, dan teknologi, dalam melaksanakan strategi organisasi.  (Federation of EA Professional Organizations, 2013)
  2. Arsitektur enterprise adalah disiplin ilimu yang mendukung enterprise mengidentifikasi, menganalisis, dan mengeksekusi perubahan outcome dan visi bisnis. Arsitektur enterprise dapat memberikan rekomendasi kepada stakeholder dalam penyelarasan policy dan proyek TI untuk mencapai tujuan bisnis oranisasi.  (Gartner, 2013)
  3. Arsitektur enterprise adalah organisasi yang mendasar dari sebuah sistem yang diwujudkan: struktur komponen-komponennya, hubungan komponen dengan lingkungan, dan prinsip yang mengatur evolusi komponen.  (IEEE, 2011)

Tujuan arsitektur enterprise adalah untuk mengoptimasi proses-proses yang sebelumnya tidak terstruktur dan tersebar di seluruh elemen enterprise menjadi lingkungan yang terintegrasi, responsif terhadap perubahan, dan dapat mendukung keberjalanan strategi bisnis (The Open Group, 2011). Hal ini dapat membantu sebuah organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya dengan lebih baik.

Secara umum, ada dua pihak di organisasi yang akan terkenda dampak dari implementasi arsitektur enterprise, yaitu bisnis dan TI. Manfaat penerapan arsitektur enterprise dapat ditinjau dari sudut pandang bisnis dan TI seperti berikut (ITERA, 2015).

Bisnis

  1. Menyatukan sistem pengambilan keputusan antara bisnis dan TI
  2. Menyediakan keterbukaan penggunaan sumber daya organisasi
  3. Memastikan kepatuhan organisasi kepada aturan dan prosedur yang berlaku
Teknologi Informasi

  1. Berkontribusi untuk harmonisasi perencanaan TI melalui penerapan strategi TI
  2. Merancang roadmap untuk menerapkan strategi TI
  3. Penggunaan sumber daya yang lebih efektif
  4. Pengembangan arsitektur TI yang scalable
Secara umum, manfaat penerapan arsitektur enterprise yang baik dapat memberikan manfaat yang mudah untuk diamati bagi organisasi. Kesuksesan tersebut dapat ditandai dengan karakteristik seperti berikut ini (The Open Group, 2011).

Operasi bisnis yang lebih efisien
    1. Penurunan biaya operasional bisnis
    2. Organisasi menjadi lebih agile
    3. Kapabilitas bisnis dapat terbagi rata di seluruh elemen organisasi
    4. Penurunan biaya manajemen perubahan
    5. Suasana kerja yang lebih fleksibel
    6. Peningkatan produktivitas bisnis
Operasi TI yang lebih efisien
    1. Penurunan biaya pengembangan dan perawatan perangkat lunak
    2. Meningkatkan portabilitas aplikasi
    3. Meningkatkan interoperabilitas dan mempermudah manajemen jaringan
    4. Meningkatkan kemampuan untuk menemukan isu teknis yang membahayakan organisasi
    5. Mempermudah perbaruan dan perubahan komponen-komponen sistem
Peningkatan return on investment (ROI) dan penurunan risiko investasi
    1. Penurunan kompleksitas bisnis dan TI
    2. Maksimasi ROI dari bisnis yang telah ada dan infrastruktur TI
    3. Peningkatan fleksibilitas untuk menentukan keputusan buy or made dan outsourcing
    4. Mengurangi risiko dalam membuat investasi baru
Sistem pengadaan yang lebih cepat dan murah
    1. Keputusan pembelian menjadi lebih mudah karena ketersediaan informasi yang baik
    2. Proses pengadaan menjadi lebih cepat dan fleksibel tanpa mengurangi koherensi arsitektur
    3. Kemampuan untuk menghasilkan sistem yang terbuka
    4. Kemampuan untuk menghasilkan kapabilitas ekonomi yang lebih baik

Komentar

Postingan populer dari blog ini