TOGAF - Business Transformation Readiness Assessment

TOGAF 9.1 menggunakan pendekatan dari Pemerintah Kanada sebagai metode pelaksanaan aktivitas Business Transformation Readiness Assessment, yaitu Business Transformation Enablement Program (BTEP). 

BTEP adalah metodologi yang mendukung perencanaan, perancangan, dan implementasi dari solusi untuk mencapai interoperabilitas. Metode ini dikembangkan oleh Pemerintah Kanada untuk organisasi dan badan-badan usaha di bawah pemerintahan tersebut. BTEP memiliki beberapa prinsip utama seperti berikut ini (Weisman, 2004).
  1. Mengadopsi metode perancangan berbasis teknik
  2. Mencakup seluruh proses transformasi
  3. Mempermudah rancangan bisnis untuk berkoordinasi dengan rancangan SI
  4. Memiliki pendekatan konsisten dan terintegrasi
  5. Menggunakan public service business language
Tujuan dari BTEP adalah untuk menyediakan perangkat transformasi bisnis yang dapat meningkatkan performa strategic planning dan perancangan terintegrasi di seluruh badan pemerintahan. BTEP memiliki target utama untuk membantu departemen-departemen meningkatkan konsistensi dan kehandalan dalam melaksanakan transformasi dengan pendekatan terstandardisasi (Treasury Board of Canada, 2004).

Komponen-komponen BTEP antara lain:
  1. Transformation Framework
Framework transformasi yang digunakan BTEP menggunakan paradigma berbasis Zachman Framework. Perubahan strategis yang akan ditinjau mencakup arsitektur pemerintahan secara garis besar.
  1. Strategic Reference Model
Model referensi yang digunakan BTEP adalah Government Strategic Reference Model (GSRM). Model ini digunakan untuk menyelaraskan arahan bisnis dan SI, mengidentifikasi peluang transformasi, dan menilai solusi.
  1. Core e-Enablers
Enablers yang dimaksud dari e-Enablers adalah dari segi teknologi dan manajemen informasi (TI dan MI). Strategi yang dikembangkan bertujuan untuk mengorganisasikan SI pada organisasi untuk mencapai interoperabilitas bisnis, informasi, dan teknis.

  1. Implementation Methodology. Penerapan dari metode BTEP dilaksanakan secara bertahap. Terdapat lima fase utama yang perlu dilaksanakan, yaitu penentuan visi, strategi, desain, business case, dan rencana implementasi.
Untuk melaksanakan Business Transformation Readiness Assessment pada organisasi, tidak seluruh fase dan tahapan dari BTEP akan diterapkan. Aktivitas yang direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh TOGAF adalah sebagai berikut (The Open Group, 2011).
  1. Menentukan faktor-faktor kesiapan yang dapat memberikan dampak bagi organisasi
  2. Mempersentasikan faktor-faktor kesiapan menggunakan kematangan model
  3. Menilai faktor-faktor kesiapan dan menentukan skor-skor yang akan diberikan
  4. Menilai risiko dari setiap faktor kesiapan untuk diidentifikasi aksi mitigasinya
  5. Menerapkan hasil penilaian sebagai dasar pengembangan fase E dan fase F TOGAF ADM

Komentar

Postingan populer dari blog ini